Monday, November 21, 2016

Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H


Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H
Kepala Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri


Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H
Acrylic on canvas 
70 x 90 cm
2016


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Dwi Priyatno
Inspektur Pengawasan Umum Polri
Petahana
Mulai menjabat
1 September 2014
Didahului olehAnton Bachrul Alam
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
Masa jabatan
7 Maret 2014 – 1 September 2014
Didahului olehPutut Eko Bayu Seno
Digantikan olehUnggung Cahyono
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah
Masa jabatan
12 Juni 2013 – 7 Maret 2014
Didahului olehDidiek Sutomo Triwidodo
Digantikan olehNoer Ali
Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri
Masa jabatan
18 Desember 2012 – 12 Juni 2013
Didahului olehArif Wachyunadi
Digantikan olehMudji Waluyo
Informasi pribadi
Lahir12 November 1959 (umur 57)
Bendera Indonesia PurbalinggaJawa Tengah
Suami/istriSusie Priyatno
Alma materAkademi Kepolisian (1982)
AgamaIslam
Dinas militer
Pengabdian Indonesia
Dinas/cabangLambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1982 – sekarang
PangkatKOMJENPOL.png Komisaris Jenderal
UnitLantas
Komjen. Pol. Drs. Dwi PriyatnoS.H. (lahir di PurbalinggaJawa Tengah12 November 1959; umur 57 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri pengganti Komjen. Pol. Anton Bachrul Alam berdasarkan Surat Telegram Rahasia Nomor ST/1717/IX/2014 tertanggal 1 September 2014.[1] Ia adalah Kapolda Metro Jaya tersingkat kedua yang pernah menjabat setelah Irjen. Pol. Timur Pradopo melakukannya dalam kurun waktu 3,5 bulan pada masa 8 Juni 2010-7 Oktober 2010, sedangkan Irjen. Pol. Dwi Priyatno menjabat sekitar lima bulan saja.
Dwi merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1982 yang berpengalaman dalam bidang lalu lintas (lantas). Setelah lulus dari Akpol pada 1982, Dwi Priyatno mengawali karier di kepolisian sebagai Kapolsektif Jatibarang, Indramayu, Jabar. Kemudian ia menduduki berbagai posisi di wilayah hukum Jawa Timur. Sempat menjadi Sesditlantas Polda Kalteng, Priyatno diberi mandat untuk menjadi Atase Kepolisian (SLO) KBRI Malaysia.
Selanjutnya, ia kembali ke Indonesia menjadi Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, dan dipromosikan pada jabatan-jabatan penting di Mabes Polri. Ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 18 Maret 2014 hingga 3 September 2014. Ia menjadi suksesor Irjen. Pol. Putut Eko Bayuseno yang ditarik ke Mabes Polri sebagai Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan Mabes Polri.[2]
Dwi menjabat Kapolda Metro Jaya Sesuai STR/539/III/2014 tertanggal 7 Maret 2014, dan penggantinya di Polda Jateng adalah mantan Kapolda Sumbar, Brigjen. Pol. Noer Ali[3].

Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si




Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden.

   
Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si
Acrylic on canvas
70 x 90 cm
2016

Sekretariat Presiden adalah sebuah lembaga di dalam Kementerian Sekretariat Negara Indonesia yang mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan teknis dan administrasi kerumahtanggaan, keprotokolan, pers, dan media kepada Presiden. Sekretariat Presiden dipimpin oleh seorang Kepala Sekretariat Presiden yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Sekretaris Negara.


Senin, 22 Juni 2015
Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Senin (22/6) pagi, melantik Djarot Sri Sulistyo sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden.
Djarot diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85/M tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang telah ditanda tangani Presiden Joko Widodo tanggal 6 Juni 2015 lalu.

Sebelumnya Djarot menjabat sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden atau dilantik dalam jabatan yang sama namun dengan Surat Keputusan yang baru.

Dalam pidatonya Mensesneg mengingatkan kepada Pimpinan Tinggi Madya Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan di dalam Sekretariat Presiden.

“Banyak hal yang kita agendakan untuk diperbaharui dan diperbaiki, dimulai dengan isu akuntabilitas berbasis e-Government (e-Gov), peningkatan efektivitas dan efisiensi berbasis e-Gov., Forum Komunikasi berbasis e-Gov. dan layanan-layanan lain”, ujar Mensesneg.

“Istana harus jadi contoh bagi Kementerian lain”, Mensesneg menambahkan.

Selain itu, Mensesneg juga mengatakan, “Protokol juga harus bisa merahasiakan dan mempunyai sensitivitas tinggi terhadap mana yang bisa menjadi risiko politik, mana yang bisa di publish atau tidak”.

Dalam pidato penutupnya, Mensesneg juga menginstruksikan Djarot segera berkoordinasi dengan Kepala Sekretariat Presiden yang baru dalam menyusun mekanisme kerja baru yang jauh lebih baik dan mendukung reformasi di lingkungan Sekretariat Presiden.

Mekanisme kerja tersebut diharapkan dibuat secara sederhana dan diketahui dan dipahami oleh seluruh staf di lingkungan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden. 

Tampak hadir dalam acara itu para pejabat Eselon I, II dan III di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. (Humas Kemensetneg)


Sumber :http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=9384

Laksamana TNI Kingkin Suroso, S.E.


Laksamana TNI Kingkin Suroso, S.E.



Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) merupakan salah satu fungsi teknis militer umum TNI Angkatan Laut dan bagian dari Puspom TNI yang berperan menyelenggarakan bantuan administrasi kepada satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Laut sebagai perwujudan dan pembinaan melalui penyelenggaraan fungsi-fungsi Polisi Militer. Sebelumnya satuan ini bernama Dinas Provos TNI AL (Disproval).Dan puspomal ini sempat dipimpin oleh bapak Laksamana  Madya TNI Kingkin Suroso, S.E.

Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.




Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.




Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.
Acrylic on Canvas
70 x 90 cm
2016

Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., (lahir di BanjarJawa Barat1 Mei 1960; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi TNI-AL yang berdasarkan Keppres No.39/TPA/2016.[1] ia mendapat amanat menjabat Kabakamla menggantikan Laksamana Madya TNI Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc..[2][3]
Arie, merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1983. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asop Kasal. menggantikan Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring.

Sunday, November 20, 2016

Dr. Harry Azhar Azis, MA

Dr. Harry Azhar Azis, MA.



Dr. Harry Azhar Azis, MA
Acrylic on Canvas
70 x 90 cm

Dr. Harry Azhar Azis, MA. (lahir di Tanjung PinangKepulauan Riau25 April 1956; umur 60 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dan politisi Indonesia.[2] Kini ia menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) periode 2014-2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi urusan Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank. Ia berasal dari Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Kepulauan Riau. Disamping itu ia juga duduk di Badan Legislasi DPR RI.[3] Sebelum aktif di dunia politik, ia pernah menjadi dosen di beberapa universitas seperti Universitas Tarumanegara, Universitas UPN Veteran, dan Universitas Indonesia.[4]

Sunday, September 6, 2015

Abrory A Djabbar Pengacara, Penyair dan Kolektor seni pemrakarsa Tasyakuran 80 tahun Taufiq Ismail





Tasyakuran 80 tahun taufiq Ismail di Gedung Kesenian Jakarta

TASYAKURAN 80 TAHUN TAUFIQ ISMAIL
DIPRAKARSAI BARAKA LAW OFFICE

Tasyakuran 80 tahun Taufiq Ismail
Gedung kesenian jakarta
Agusugih





        Detak kehidupan sastra Indonesia yang sedang berpacu dengan pengaruh pesatnya tekhnologi, terutama media sosial, semakin terasa semakin lambat dalam hal apresiasi terhadap karya sastra para penyair terdahulu. di segi lain media sosial telah memberi warna lain terhadap gaya penulisan yang beragam, terutama dengan adanya tulisan-tulisan status di media sosial yang banyak bergaya puitis, tapi  dalam segi lain, penulisan itu tidak memperhatikan tata bahasa, cara penulisan, dan struktur bahasa yang dipakai.
        dan dalam keadaan yang luar biasa ini, tiba-tiba suatu kantor lembaga hukum yang bernama Baraka Law Office yang di kelola bapak Abrory A Djabbar, mengadakan suatu acara yang jika dilihat sangat jauh hubungannya dengan bidang yang bapak Abrory A Djabbar lakukan dengan kantor Baraka nya tersebut. Bapak Abrory A Djabbar pencetus ide Tasyakuran 80 tahun Taufiq Ismail Yang diadakan secara meriah di Gedung Kesenian Jakarta Apresiasi yang sungguh luar biasa, karena acara tersebut diadakan dengan konsep yang luar biasa, pengisi acara yang luar biasa pula. 
        Acara Tasyakuran 80 th Taufiq Ismail yang diadakan di Gedung kesenian jakarta tersebut itu dimeriahkan dengan musikalisasi puisi oleh artist-artist dari yang senior seperti Titik puspa, Ahmad Albar, Ian Antono, Bimbo, Marusya Nainggolan,Septian Dwicahyo, Ine Febriyanti, Abdullah wong, Neno warisman, Agusugih dll. Serta diadakan pula acara pameran lukisan yang diikuti Agusugih untuk mengapresiasi acara tersebut.
        Pada Acara Tasyakuran ke 80 tahun Taufiq Ismail tersebut juga dihadiri oleh beberapa tamu penting   diantaranya: Prof. Emil Salim, Ajip Rosidi, Rahadi Ramelan, Prof, Erman Radjagukguk, Adnan Pandu Praja (wakil ketua KPK)< Fahmi Idris, Akbar Tanjung, Nano riantiarno, Ratna riantiarno pengamat politik Imam prasojo dan lain-lain

Dan berikut Adalah sekelumit Tulisan tentang Taufiq Ismail yang di unduh dari Wikipedia 
Taufiq Ismail lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail (1911-1998) asal Banuhampu, Agam dan Sitti Nur Muhammad Nur (1914-1982) asal Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatera Barat.[1] Ayahnya adalah seorang ulama dan pendiri PERMI. Ia menghabiskan masa SD di SoloSemarang, dan Yogyakarta, SMP di Bukittinggi, dan SMA di Pekalongan. Taufiq tumbuh dalam keluarga guru dan wartawan yang suka membaca. Ia telah bercita-cita menjadi sastrawan sejak masih SMA. Dengan pilihan sendiri, ia menjadi dokter hewan dan ahli peternakan karena ingin memiliki bisnis peternakan guna menafkahi cita-cita kesusastraannya. Ia tamat FKHP-UI Bogor pada 1963 tapi gagal punya usaha ternak yang dulu direncanakannya di sebuah pulau di Selat Malaka.

Semasa kuliah aktif sebagai Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961) dan WaKa Dewan Mahasiswa UI (1961-1962).
Di Bogor pernah jadi guru di SKP Pamekar dan SMA Regina Pacis, juga mengajar di IPB. Karena menandatangani Manifesto Kebudayaan, gagal melanjutkan studi manajemen peternakan di Florida (1964) dan dipecat sebagai dosen di Institut Pertanian Bogor. Ia menulis di berbagai media, jadi wartawan, salah seorang pendiri Horison (1966), ikut mendirikan DKJ dan jadi pimpinannya, Pj. Direktur TIM, Rektor LPKJ dan Manajer Hubungan Luar Unilever. Penerima beasiswa AFS International Scholarship, sejak 1958 aktif di AFS Indonesia, menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya, penyelenggara pertukaran pelajar antarbangsa yang selama 41 tahun (sejak 1957) telah mengirim 1700 siswa ke 15 negara dan menerima 1600 siswa asing di sini. Taufiq terpilih menjadi anggota Board of Trustees AFSIS di New York1974-1976.
Pengkategoriannya sebagai penyair Angkatan '66 oleh Hans Bague Jassin merisaukannya, misalnya dia puas diri lantas proses penulisannya macet. Ia menulis buku kumpulan puisi, seperti Malu (Aku) Jadi Orang IndonesiaTirani dan BentengTiraniBentengBuku Tamu Musim PerjuanganSajak Ladang JagungKenalkan, Saya HewanPuisi-puisi LangitPrahara Budaya:Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkkKetika Kata Ketika WarnaSeulawah-Antologi Sastra Aceh, dan lain-lain.
Banyak puisinya dinyanyikan Himpunan Musik Bimbo, pimpinan Samsudin Hardjakusumah, atau sebaliknya ia menulis lirik buat mereka dalam kerja sama. Iapun menulis lirik buat ChrisyeYan Antono (dinyanyikan Ahmad Albar) dan Ucok Harahap. Menurutnya kerja sama semacam ini penting agar jangkauan publik puisi lebih luas.