Wednesday, August 9, 2017

Proses melukis 
Kolonel Inf Agus Sasmita
Komandan Pusdiklatpassus Kopassus

Acrylic on canvas 70 x 90 cm





Kolonel Inf Agus Sasmita resmi menjabat Komandan Pusdiklatpassus Kopassus menggantikan Kolonel Inf Kartika Adi Putranto dalam suatu upacara serah terima jabatan yang dipimpin oleh Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra di Lapangan Hitam Pusdiklatpassus, Kopassus Batujajar, Bandung Barat (Kamis, 21/7). Bersamaan dengan itu, dilaksanakan pula serah terima jabatan Asren Danjen Kopassus dari Kolonel Inf Agus Sasmita kepada Letkol Inf Lucky Avianto, Komandan Grup-2 Kopassus dari Kolonel Inf Rafael Granada Baay kepada Letkol Inf Deddy Suryadi, penyerahan jabatan Pamen Ahli Danjen Kopassus Bidang Sandi Yudha kepada Kolonel Inf Jimmy Watuseke dan serah terima Komandan Detasemen Markas Kopassus dari Letkol Inf Aulia Dwi Nasrullah kepada Letkol Inf Josep Dat Dariyamanta Surbakti.
Dalam amanatnya, Danjen Kopassus, Mayjen TNI M. Herindra  mengucapkan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada para pejabat lama, atas dedikasi serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab jabatannya masing-masing di lingkungan Kopassus. Termasuk kepada para istri yang telah mendampingi suami dan membina organisasi Persit Kartika Chandra Kirana di satuannya masing-masing. Dengan ucapan selamat menyongsong tugas dan jabatan berikutnya di kesatuan yang baru. Selanjutnya kepada para pejabat yang baru, Danjen Kopassus berpesan agar dapat mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, dilandasi oleh kemauan yang kuat untuk berbuat yang terbaik dalam menjalankan setiap tugas.

Monday, November 21, 2016

Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H





Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H
Kepala Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri


Komjen. Pol. Drs. Dwi Priyatno, S.H
Acrylic on canvas 
70 x 90 cm
2016


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas



Dwi Priyatno
Inspektur Pengawasan Umum Polri
Petahana
Mulai menjabat
1 September 2014
Didahului olehAnton Bachrul Alam
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
Masa jabatan
7 Maret 2014 – 1 September 2014
Didahului olehPutut Eko Bayu Seno
Digantikan olehUnggung Cahyono
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah
Masa jabatan
12 Juni 2013 – 7 Maret 2014
Didahului olehDidiek Sutomo Triwidodo
Digantikan olehNoer Ali
Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri
Masa jabatan
18 Desember 2012 – 12 Juni 2013
Didahului olehArif Wachyunadi
Digantikan olehMudji Waluyo
Informasi pribadi
Lahir12 November 1959 (umur 57)
Bendera Indonesia PurbalinggaJawa Tengah
Suami/istriSusie Priyatno
Alma materAkademi Kepolisian (1982)
AgamaIslam
Dinas militer
Pengabdian Indonesia
Dinas/cabangLambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1982 – sekarang
PangkatKOMJENPOL.png Komisaris Jenderal
UnitLantas
Komjen. Pol. Drs. Dwi PriyatnoS.H. (lahir di PurbalinggaJawa Tengah12 November 1959; umur 57 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang saat ini menjabat sebagai Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri pengganti Komjen. Pol. Anton Bachrul Alam berdasarkan Surat Telegram Rahasia Nomor ST/1717/IX/2014 tertanggal 1 September 2014.[1] Ia adalah Kapolda Metro Jaya tersingkat kedua yang pernah menjabat setelah Irjen. Pol. Timur Pradopo melakukannya dalam kurun waktu 3,5 bulan pada masa 8 Juni 2010-7 Oktober 2010, sedangkan Irjen. Pol. Dwi Priyatno menjabat sekitar lima bulan saja.
Dwi merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1982 yang berpengalaman dalam bidang lalu lintas (lantas). Setelah lulus dari Akpol pada 1982, Dwi Priyatno mengawali karier di kepolisian sebagai Kapolsektif Jatibarang, Indramayu, Jabar. Kemudian ia menduduki berbagai posisi di wilayah hukum Jawa Timur. Sempat menjadi Sesditlantas Polda Kalteng, Priyatno diberi mandat untuk menjadi Atase Kepolisian (SLO) KBRI Malaysia.
Selanjutnya, ia kembali ke Indonesia menjadi Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, dan dipromosikan pada jabatan-jabatan penting di Mabes Polri. Ia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sejak 18 Maret 2014 hingga 3 September 2014. Ia menjadi suksesor Irjen. Pol. Putut Eko Bayuseno yang ditarik ke Mabes Polri sebagai Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan Mabes Polri.[2]
Dwi menjabat Kapolda Metro Jaya Sesuai STR/539/III/2014 tertanggal 7 Maret 2014, dan penggantinya di Polda Jateng adalah mantan Kapolda Sumbar, Brigjen. Pol. Noer Ali[3].

Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si




Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden.

   
Drs. Djarot Sri Sulistyo M.Si
Acrylic on canvas
70 x 90 cm
2016

Sekretariat Presiden adalah sebuah lembaga di dalam Kementerian Sekretariat Negara Indonesia yang mempunyai tugas menyelenggarakan pemberian dukungan teknis dan administrasi kerumahtanggaan, keprotokolan, pers, dan media kepada Presiden. Sekretariat Presiden dipimpin oleh seorang Kepala Sekretariat Presiden yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Sekretaris Negara.


Senin, 22 Juni 2015
Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Senin (22/6) pagi, melantik Djarot Sri Sulistyo sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden.
Djarot diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85/M tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara yang telah ditanda tangani Presiden Joko Widodo tanggal 6 Juni 2015 lalu.

Sebelumnya Djarot menjabat sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden atau dilantik dalam jabatan yang sama namun dengan Surat Keputusan yang baru.

Dalam pidatonya Mensesneg mengingatkan kepada Pimpinan Tinggi Madya Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media untuk melakukan pembaharuan dan perbaikan di dalam Sekretariat Presiden.

“Banyak hal yang kita agendakan untuk diperbaharui dan diperbaiki, dimulai dengan isu akuntabilitas berbasis e-Government (e-Gov), peningkatan efektivitas dan efisiensi berbasis e-Gov., Forum Komunikasi berbasis e-Gov. dan layanan-layanan lain”, ujar Mensesneg.

“Istana harus jadi contoh bagi Kementerian lain”, Mensesneg menambahkan.

Selain itu, Mensesneg juga mengatakan, “Protokol juga harus bisa merahasiakan dan mempunyai sensitivitas tinggi terhadap mana yang bisa menjadi risiko politik, mana yang bisa di publish atau tidak”.

Dalam pidato penutupnya, Mensesneg juga menginstruksikan Djarot segera berkoordinasi dengan Kepala Sekretariat Presiden yang baru dalam menyusun mekanisme kerja baru yang jauh lebih baik dan mendukung reformasi di lingkungan Sekretariat Presiden.

Mekanisme kerja tersebut diharapkan dibuat secara sederhana dan diketahui dan dipahami oleh seluruh staf di lingkungan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden. 

Tampak hadir dalam acara itu para pejabat Eselon I, II dan III di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. (Humas Kemensetneg)


Sumber :http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=9384

Laksamana TNI Kingkin Suroso, S.E.


Laksamana TNI Kingkin Suroso, S.E.



Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) merupakan salah satu fungsi teknis militer umum TNI Angkatan Laut dan bagian dari Puspom TNI yang berperan menyelenggarakan bantuan administrasi kepada satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Laut sebagai perwujudan dan pembinaan melalui penyelenggaraan fungsi-fungsi Polisi Militer. Sebelumnya satuan ini bernama Dinas Provos TNI AL (Disproval).Dan puspomal ini sempat dipimpin oleh bapak Laksamana  Madya TNI Kingkin Suroso, S.E.

Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.




Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.




Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H.
Acrylic on Canvas
70 x 90 cm
2016

Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, S.E., M.H., (lahir di BanjarJawa Barat1 Mei 1960; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi TNI-AL yang berdasarkan Keppres No.39/TPA/2016.[1] ia mendapat amanat menjabat Kabakamla menggantikan Laksamana Madya TNI Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc..[2][3]
Arie, merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1983. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asop Kasal. menggantikan Laksda TNI Arie Henrycus Sembiring.

Sunday, November 20, 2016

Dr. Harry Azhar Azis, MA

Dr. Harry Azhar Azis, MA.



Dr. Harry Azhar Azis, MA
Acrylic on Canvas
70 x 90 cm

Dr. Harry Azhar Azis, MA. (lahir di Tanjung PinangKepulauan Riau25 April 1956; umur 60 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dan politisi Indonesia.[2] Kini ia menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) periode 2014-2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi urusan Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank. Ia berasal dari Fraksi Partai Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Kepulauan Riau. Disamping itu ia juga duduk di Badan Legislasi DPR RI.[3] Sebelum aktif di dunia politik, ia pernah menjadi dosen di beberapa universitas seperti Universitas Tarumanegara, Universitas UPN Veteran, dan Universitas Indonesia.[4]